Hidupkan Jiwa dengan Al-Qur’an: Menanamkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Pelajar
Hidupkan Jiwa dengan Al-Qur’an: Menanamkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Pelajar - Subtema ini mengajak pelajar untuk menggali nilai-nilai luhur dalam Al-Qur’an yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam aspek Ketuhanan, kemanusiaan, dan gotong royong.
Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) merupakan salah satu program unggulan dalam Kurikulum Merdeka yang bertujuan membentuk pelajar Indonesia yang berkarakter, berwawasan kebangsaan, dan berakhlak mulia. Melalui P5, peserta didik tidak hanya diasah kecerdasannya, tetapi juga diberi ruang untuk mengembangkan kepribadian yang seimbang dan tangguh. Salah satu subtema yang sangat relevan dalam penguatan karakter spiritual adalah “Hidupkan Jiwa dengan Al-Qur’an.”
Subtema ini mengajak pelajar untuk menggali nilai-nilai luhur dalam Al-Qur’an yang sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya dalam aspek Ketuhanan, kemanusiaan, dan gotong royong. Dalam kegiatan ini, siswa diajak untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya melalui bacaan, tetapi juga melalui pemahaman, penghayatan, dan pengamalan dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian Kegiatan
Kegiatan P5 dengan subtema Hidupkan Jiwa dengan Al-Qur’an dilaksanakan dalam bentuk proyek kolaboratif selama beberapa minggu. Siswa dibagi dalam kelompok-kelompok kecil untuk mengikuti berbagai kegiatan seperti tadarus bersama, kajian ayat tematik, lomba tilawah, kaligrafi, hingga kegiatan sosial seperti berbagi makanan kepada sesama.
Setiap pekan, siswa diberikan satu tema ayat untuk dipelajari bersama. Misalnya, tema kasih sayang, kejujuran, amanah, atau toleransi. Melalui diskusi dan refleksi kelompok, siswa diajak untuk menemukan keterkaitan antara ajaran Al-Qur’an dengan nilai-nilai Pancasila. Misalnya, ayat-ayat tentang tolong-menolong sangat relevan dengan sila ke-2 (Kemanusiaan yang adil dan beradab) dan sila ke-5 (Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia).
Nilai-nilai yang Ditanamkan
Melalui kegiatan ini, pelajar diajarkan untuk menumbuhkan sikap religius (sila ke-1), memperkuat empati sosial (sila ke-2), serta melatih kedisiplinan dan tanggung jawab dalam melaksanakan tugas kelompok. Selain itu, dengan keterlibatan aktif dalam kegiatan bersama, tercermin pula semangat musyawarah (sila ke-4) dan gotong royong dalam menjalankan proyek.
Proyek ini juga memberi ruang ekspresi kreatif pelajar. Dalam lomba kaligrafi, misalnya, siswa diberi kebebasan untuk mengekspresikan ayat favorit mereka dalam bentuk seni visual. Hal ini menunjukkan bahwa belajar Al-Qur’an tidak hanya bersifat tekstual, tetapi juga menyentuh sisi estetika dan budaya.
Dampak Positif bagi Peserta Didik
Dari hasil evaluasi dan refleksi akhir proyek, siswa merasa lebih termotivasi untuk membaca dan memahami Al-Qur’an. Mereka mulai melihat bahwa nilai-nilai dalam Al-Qur’an bukan sekadar untuk diketahui, tetapi untuk dihidupkan dalam kehidupan nyata. Para guru juga melihat peningkatan sikap positif siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kedisiplinan, sopan santun, maupun rasa kepedulian terhadap teman.
Baca Juga: Pembiasaan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya pada Pukul 10.00 dan 16.00

0 Response to "Hidupkan Jiwa dengan Al-Qur’an: Menanamkan Nilai Pancasila dalam Kehidupan Pelajar"
Post a Comment